Mahasiswa S3 UNM Raih Hibah AI Deteksi Kanker Serviks

Kanker Serviks

Mahasiswa S3 UNM Kembangkan AI untuk Deteksi Kanker Serviks Lebih Akurat

Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menegaskan perannya sebagai kampus berbasis teknologi dengan capaian riset inovatif di bidang kesehatan digital. Salah satu mahasiswa program doktoral berhasil meraih hibah penelitian bergengsi 2026 melalui pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk deteksi dini Kanker Serviks.

Baca Juga “AI Kini Sengaja Salah Ketik Agar Terlihat seperti Buatan Manusia

Mahasiswa tersebut adalah Esron Rikardo Nainggolan, yang mengangkat penelitian berbasis artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan akurasi diagnosis penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di dunia.

Riset AI untuk Diagnosis Lebih Cepat dan Akurat

Penelitian yang dikembangkan Esron berjudul integrasi metode Segmentation Free Convolutional Neural Networks (CNN) dengan interpretasi fitur. Pendekatan ini menawarkan cara baru dalam menganalisis citra sitologi serviks tanpa proses segmentasi yang kompleks.

Metode konvensional biasanya membutuhkan tahapan pemisahan objek dalam citra yang memakan waktu. Pendekatan baru ini menyederhanakan proses tersebut sekaligus meningkatkan efisiensi analisis.

Dengan dukungan AI, sistem mampu mengenali pola sel abnormal secara lebih cepat dan akurat. Hal ini berpotensi mempercepat proses diagnosis serta membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis.

Inovasi Tanpa Segmentasi dan Lebih Transparan

Keunggulan utama dari penelitian ini terletak pada pendekatan tanpa segmentasi citra. Sistem tetap mampu memberikan hasil analisis yang akurat tanpa harus memecah gambar menjadi bagian-bagian kecil.

Selain itu, penggunaan teknik interpretasi fitur membuat hasil analisis lebih mudah dipahami oleh tenaga medis. Transparansi ini menjadi nilai penting dalam penerapan AI di bidang kesehatan.

Dengan demikian, teknologi tidak hanya memberikan hasil, tetapi juga menjelaskan proses di balik keputusan yang dihasilkan sistem.

Dukungan Akademik dan Kolaborasi Riset

Penelitian ini dibimbing oleh Rektor UNM, Dwiza Riana, bersama Nita Merlina. Keduanya berperan dalam memastikan penelitian memiliki kualitas ilmiah yang kuat sekaligus relevansi praktis.

Menurut Dwiza, keberhasilan ini menunjukkan bahwa riset berbasis AI di UNM mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

“Pengembangan teknologi harus memberikan dampak langsung, tidak hanya berhenti pada teori,” ujarnya.

Lingkungan akademik yang mendukung serta kolaborasi ilmiah menjadi faktor penting dalam keberhasilan penelitian ini.

Potensi Implementasi di Sistem Kesehatan Digital

Esron menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berhenti pada tahap akademik. Ia menargetkan hasil riset dapat diimplementasikan dalam sistem kesehatan digital.

Teknologi ini berpotensi dikembangkan menjadi aplikasi yang membantu tenaga medis dalam mendeteksi kanker serviks secara lebih efisien.

Dengan integrasi ke sistem kesehatan, proses skrining dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak pasien, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga ahli.

Konteks Global: Kebutuhan Deteksi Dini Kanker Serviks

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker dengan tingkat kematian tinggi pada perempuan, terutama di negara berkembang.

Deteksi dini menjadi kunci utama dalam menurunkan angka kematian. Namun, keterbatasan fasilitas dan tenaga medis sering menjadi hambatan.

Teknologi AI seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses dan kualitas diagnosis secara global.

Peran UNM dalam Pengembangan Riset Teknologi

Capaian ini memperkuat posisi UNM sebagai institusi yang konsisten mendorong inovasi di bidang teknologi. Fokus pada pengembangan AI di sektor kesehatan menunjukkan arah strategis kampus dalam menjawab tantangan masa depan.

UNM juga terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Kesimpulan

Pengembangan AI untuk deteksi kanker serviks oleh mahasiswa S3 UNM menjadi langkah penting dalam transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.

Dengan pendekatan inovatif, penelitian ini menawarkan solusi diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan transparan.

Ke depan, implementasi teknologi ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperluas akses deteksi dini, sekaligus memperkuat peran riset Indonesia di tingkat global.

Baca Juga “Perkuat Dominasi AI, Google akan Suntik Rp 690 Triliun ke Anthropic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *