Teknologi AI China Dorong Pembangunan Negara Global South

Teknologi AI China

Teknologi AI China Dorong Transformasi Digital Negara Global South

Kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi salah satu penggerak utama transformasi ekonomi dan pembangunan di berbagai negara Global South. Melalui penerapan teknologi pintar di sektor pertanian, energi, transportasi, hingga mitigasi bencana, solusi AI dari China menunjukkan bagaimana inovasi digital dapat membantu negara berkembang meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut terlihat di Provinsi Takeo, Kamboja. Di kawasan tambak udang setempat, teknologi berbasis AI digunakan untuk mengoptimalkan proses budidaya melalui drone pemberi pakan dan sistem pemantauan kualitas air secara real-time.

Baca Juga “Tato Bisa Jadi Alat Sensor Wearable di Masa Depan

Program tersebut menjadi bagian dari Program Percontohan Pengembangan Terpadu Pertanian Pintar China-ASEAN. Inisiatif ini memperlihatkan pemanfaatan teknologi digital untuk membantu sektor pertanian tradisional beradaptasi dengan kebutuhan industri modern.

Dengan dukungan teknologi pintar, peternak udang lokal mampu meningkatkan pendapatan tahunan per hektare hingga lebih dari tiga kali lipat. Hasil tersebut menunjukkan potensi AI dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan efisiensi produksi.

AI China Hadirkan Solusi Praktis bagi Negara Berkembang

Perkembangan AI global berlangsung sangat cepat dan menjadi bagian penting dari revolusi teknologi industri. Namun, manfaat teknologi tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata karena masih terdapat kesenjangan infrastruktur digital antarnegara.

Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pusat data, akses komputasi yang rendah, serta biaya pengembangan teknologi yang tinggi.

Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa negara berkembang masih tertinggal dibandingkan negara maju dalam jumlah sistem AI dan kapasitas komputasi yang tersedia. Kondisi tersebut membuat banyak negara membutuhkan solusi AI yang lebih mudah diterapkan dan sesuai dengan kemampuan infrastruktur lokal.

Data dari Asosiasi Pusat Data Afrika juga menunjukkan bahwa kapasitas pusat data global masih terkonsentrasi di negara maju. Kawasan Afrika bahkan menyumbang kurang dari 1 persen kapasitas pusat data dunia.

Situasi tersebut membuat kerja sama teknologi internasional menjadi faktor penting agar AI tidak memperbesar kesenjangan pembangunan global.

Profesor Universitas Fudan Shanghai, Zheng Changzhong, menilai pendekatan AI China menawarkan alternatif bagi negara berkembang karena lebih menyesuaikan kebutuhan lokal.

“Melalui transformasi pintarnya, China sedang menjajaki jalur pembangunan yang tidak terbatas pada model AI dengan ambang penggunaan tinggi seperti yang terlihat di negara-negara maju,” ujar Zheng.

Menurutnya, solusi AI yang lebih ringan dalam kebutuhan komputasi dapat membantu negara berkembang mempercepat industrialisasi dan digitalisasi sesuai kondisi masing-masing.

Penerapan AI China di Sektor Energi dan Transportasi

Pemanfaatan teknologi AI China tidak hanya berkembang di sektor pertanian. Sejumlah negara juga mulai menerapkan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menghadapi tantangan infrastruktur dan layanan publik.

Di Brasil, misalnya, State Grid Corporation of China menerapkan model AI besar Bright Power untuk mendukung pengelolaan jaringan listrik. Teknologi tersebut membantu meningkatkan keamanan patroli dan pemeliharaan jaringan di wilayah dengan kondisi geografis yang kompleks.

Brasil memiliki wilayah luas dengan karakter alam yang beragam, mulai dari hutan hujan hingga kawasan pegunungan. Kondisi tersebut membuat pengawasan jaringan listrik menjadi tantangan tersendiri.

Melalui teknologi AI, operator dapat melakukan analisis data secara lebih cepat dan meningkatkan keandalan sistem energi.

Sementara itu, Afrika Selatan menggunakan solusi pemantauan perkeretaapian berbasis AI yang dikembangkan Huawei. Sistem tersebut menggabungkan teknologi optik dan visi komputer untuk mendeteksi potensi gangguan serta memberikan peringatan dini.

Penerapan teknologi tersebut membantu meningkatkan keselamatan perjalanan kereta sekaligus mempercepat proses inspeksi infrastruktur.

Model AI Terbuka Perluas Akses Teknologi Digital

Selain menyediakan solusi industri, China juga mendorong pengembangan model AI berbobot terbuka atau open-weight model. Pendekatan ini bertujuan memperluas akses teknologi bagi universitas, perusahaan, dan pengembang lokal.

Luigi Gambardella, Presiden ChinaEU, menilai model AI berbiaya rendah dapat membantu lebih banyak pihak menciptakan inovasi baru.

“Model tersebut tidak hanya membantu membuat AI lebih terjangkau, tetapi juga membuat universitas, perusahaan, dan pengembang dapat menciptakan aplikasi dan bisnis lokal,” ujarnya.

Menurut Gambardella, pengalaman China dalam menerapkan AI di sektor manufaktur, robotika, logistik, dan energi memberikan contoh praktis bagi negara lain.

Penerapan dalam skala besar memungkinkan teknologi AI berkembang tidak hanya sebagai konsep penelitian, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan industri.

AI Mendukung Ketahanan Pangan dan Mitigasi Perubahan Iklim

Kerja sama AI antara China dan negara Global South juga berkembang dalam bidang lingkungan serta ketahanan menghadapi perubahan iklim.

Salah satu contohnya adalah MAZU, sistem meteorologi berbasis AI yang dikembangkan Administrasi Meteorologi China. Sistem tersebut telah digunakan di beberapa negara berkembang, termasuk Pakistan, Ethiopia, Mongolia, dan Djibouti.

Teknologi ini membantu negara-negara tersebut meningkatkan kemampuan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem. Dengan informasi yang lebih cepat dan akurat, pemerintah dapat mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat dan sektor ekonomi.

Penerapan AI untuk prediksi cuaca menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya berperan dalam bisnis, tetapi juga mendukung perlindungan masyarakat.

Kerja Sama AI Global Menjadi Fokus Pengembangan Masa Depan

Dalam World AI Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China memperkenalkan rencana aksi untuk memperkuat kerja sama dan pengembangan AI global.

Rencana tersebut menekankan pentingnya akses terhadap data berkualitas, layanan komputasi yang lebih inklusif, pengembangan ekosistem AI terbuka, serta peningkatan kemampuan talenta digital.

Selain itu, agenda tersebut juga mendorong kerja sama dalam penyusunan standar, keamanan, dan tata kelola AI agar perkembangan teknologi tetap memberikan manfaat luas.

Pendiri sekaligus CEO perusahaan bioteknologi berbasis AI Insilico Medicine, Alex Zhavoronkov, menilai perkembangan AI China semakin terbuka bagi masyarakat global.

“China berada di garis terdepan revolusi AI,” kata Zhavoronkov. Ia menambahkan bahwa model AI sumber terbuka China dapat dimanfaatkan secara luas untuk berbagai kebutuhan.

Sejumlah negara Global South juga menunjukkan ketertarikan untuk memperkuat kerja sama teknologi dengan China. Kazakhstan menjadi salah satu negara yang menyatakan keinginan mengintegrasikan teknologi AI China dalam sistem nasionalnya.

AI China Berpotensi Percepat Pembangunan Inklusif

Perkembangan AI memberikan peluang besar bagi negara Global South untuk mempercepat transformasi ekonomi dan sosial. Namun, keberhasilan penerapannya tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kebijakan nasional masing-masing negara.

Teknologi AI yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan lokal dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas sektor strategis. Mulai dari pertanian, energi, transportasi, hingga mitigasi bencana, AI berpotensi menciptakan solusi yang lebih efektif.

Para pengamat menilai pendekatan pembangunan berbasis AI perlu memastikan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan memperluas akses, memperkuat kerja sama internasional, dan meningkatkan kemampuan digital, AI dapat menjadi salah satu fondasi pembangunan berkelanjutan bagi negara-negara berkembang.

Baca Juga “Beragam robot dipamerkan dalam Konferensi AI Dunia 2026 di Shanghai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *