Pasar Smartphone Terbesar Dunia Melambat, Ini Penyebabnya

smartphone

Pasar Smartphone China Melambat pada Kuartal II 2026, Kenaikan Biaya Memori Jadi Penyebab Utama

Pasar smartphone China, yang selama ini menjadi pasar ponsel terbesar di dunia, mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada kuartal II 2026. Firma riset Omdia melaporkan total pengiriman smartphone mencapai 66,1 juta unit, turun 2 persen dibandingkan 67,8 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski mengalami kontraksi, penurunan tersebut masih lebih ringan dibanding pasar smartphone global yang turun sekitar 4 persen secara tahunan.

Perlambatan ini mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi industri smartphone. Selain meningkatnya biaya produksi, konsumen juga mulai lebih selektif dalam mengganti perangkat, sehingga permintaan tidak tumbuh secepat beberapa tahun terakhir.

Lonjakan Biaya Memori Menekan Industri Smartphone

Omdia menyebut kenaikan harga komponen memori sebagai faktor utama yang memengaruhi penurunan pengiriman smartphone di China. Biaya produksi yang lebih tinggi memaksa produsen menyesuaikan strategi harga agar tetap menjaga margin keuntungan.

Baca Juga “Pasar Smartphone Terbesar di Dunia Lesu, Ini Pemicunya

Principal Analyst Omdia, Hayden Hou, menjelaskan setiap vendor mengambil pendekatan berbeda sesuai posisi produk, portofolio, dan strategi bisnis masing-masing.

“Sebagai respons terhadap kenaikan biaya memori, vendor menerapkan strategi yang disesuaikan dengan positioning produk, portofolio, dan operasional bisnis masing-masing,” ujar Hayden Hou dalam laporan Omdia.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperjelas polarisasi pasar. Produsen yang memiliki lini produk premium cenderung lebih mampu mempertahankan profitabilitas dibanding perusahaan yang mengandalkan segmen menengah dan entry-level.

Selain kenaikan biaya memori, industri juga menghadapi tekanan dari meningkatnya biaya komponen lain, persaingan harga yang ketat, serta melambatnya siklus penggantian smartphone oleh konsumen.

Huawei dan Apple Catat Pertumbuhan Positif di Tengah Pelemahan Pasar

Di tengah perlambatan industri, Huawei dan Apple justru mencatatkan kinerja yang mengesankan. Huawei berhasil mempertahankan harga jual produknya sekaligus memperkuat daya saing melalui berbagai perangkat baru, mulai dari segmen terjangkau hingga flagship.

Peluncuran seri terbaru seperti Pura X Max dan Enjoy 90 Pro Max mendapat respons positif dari pasar domestik. Strategi tersebut mendorong Huawei menjadi pemimpin pasar smartphone China pada kuartal II 2026 dengan pengiriman mencapai 15,2 juta unit atau pangsa pasar 23 persen. Angka tersebut meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Apple juga membukukan hasil positif dengan mengirimkan 12,4 juta unit iPhone. Perusahaan asal Amerika Serikat itu meraih pangsa pasar 19 persen, meningkat dari 15 persen pada tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut menjadi rekor pengiriman kuartal kedua tertinggi Apple di China.

Keberhasilan Apple didukung kebijakan mempertahankan stabilitas harga iPhone saat sejumlah pesaing menaikkan harga akibat biaya produksi yang meningkat. Langkah tersebut mendorong distributor meningkatkan stok sekaligus menjaga permintaan konsumen.

Sebaliknya, Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengalami penurunan pengiriman. Oppo, termasuk Realme dan OnePlus, mencatat penurunan 9 persen menjadi 10,6 juta unit. Vivo bersama iQOO turun 11 persen menjadi 10,5 juta unit, sedangkan Xiaomi mengalami penurunan paling tajam, yakni 21 persen menjadi 8,2 juta unit.

Investasi AI Diproyeksikan Jadi Penentu Persaingan Industri

Di tengah tekanan pasar, produsen smartphone tetap meningkatkan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI). Omdia menilai persaingan industri kini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan spesifikasi perangkat keras, tetapi juga kemampuan menghadirkan ekosistem AI yang terintegrasi.

Senior Analyst Omdia, Lucas Zhong, menyebut AI akan menjadi salah satu faktor pembeda utama antarprodusen dalam beberapa tahun mendatang. Integrasi fitur AI dinilai mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperpanjang daya tarik perangkat di mata konsumen.

Meski demikian, Omdia memperkirakan pasar smartphone China masih menghadapi tantangan hingga akhir 2026. Firma riset tersebut memproyeksikan pengiriman smartphone akan turun sekitar 6 persen sepanjang tahun karena konsumen diperkirakan tetap berhati-hati dalam melakukan pembelian perangkat baru.

Secara keseluruhan, perlambatan pasar smartphone China menunjukkan bahwa industri sedang memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang. Produsen yang mampu mengelola biaya, mempertahankan inovasi, serta menawarkan pengalaman AI yang relevan diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah kondisi yang semakin kompetitif.

Baca Juga “Review Moto Razr Fold: Smartphone Foldable Terbaik Motorola 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *