Nintendo tengah menyiapkan varian baru dari Nintendo Switch 2 yang diperkirakan meluncur pada 2027. Berbeda dari pembaruan perangkat keras yang biasanya menghadirkan layar lebih besar atau performa lebih tinggi, versi terbaru ini justru berfokus pada kemudahan penggantian baterai oleh pengguna.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap regulasi baru Uni Eropa terkait hak perbaikan perangkat elektronik atau right-to-repair. Aturan yang mulai berlaku pada Februari 2027 itu mewajibkan perangkat dengan baterai internal dirancang agar komponen daya dapat dilepas dan diganti dengan lebih mudah tanpa proses teknis yang rumit.
baca juga”Acer Swift Edge 16 AI Hadir dengan OLED dan AI Canggih“
Nintendo Sesuaikan Switch 2 dengan Regulasi Right-to-Repair Uni Eropa
Dalam dokumen resmi yang dirilis perusahaan, Nintendo mengonfirmasi sedang menyiapkan perangkat dengan kode model berawalan “BEE”. Kode tersebut diketahui berkaitan dengan ekosistem Switch 2, termasuk perangkat keras, aksesori, dan perangkat lunaknya.
Meski Nintendo tidak secara eksplisit menyebut nama Switch 2 dalam pengumuman tersebut, banyak pengamat industri menilai kode “BEE” menjadi petunjuk kuat bahwa perangkat yang dimaksud merupakan versi baru dari konsol generasi terkini Nintendo.
Kebijakan Uni Eropa mengenai right-to-repair bertujuan memperpanjang usia perangkat elektronik sekaligus mengurangi limbah elektronik. Produsen diwajibkan menyediakan desain yang lebih ramah perbaikan sehingga pengguna tidak perlu mengganti perangkat secara keseluruhan hanya karena masalah baterai.
Model Baru Switch 2 Hadir dengan Identitas Khusus untuk Pasar Eropa
Varian baru ini dikabarkan akan menggunakan nomor model berbeda dan menampilkan penanda khusus “OSM” pada kemasannya. Kehadiran identitas tersebut memungkinkan konsumen membedakan Switch 2 standar dengan versi yang telah memenuhi ketentuan Uni Eropa.
Sejumlah analis memperkirakan Nintendo akan memasarkan model ini secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan regulasi regional. Karena itu, tidak semua negara kemungkinan akan mendapatkan versi Switch 2 dengan baterai yang dapat diganti secara mandiri.
Menariknya, Nintendo tidak menyebut kode “HAC” yang selama ini digunakan untuk lini Nintendo Switch generasi pertama. Hal tersebut mengindikasikan perusahaan tidak berencana memperbarui model Switch lama dengan desain baterai serupa.
Baterai yang Bisa Diganti Jadi Nilai Tambah bagi Gamer Jangka Panjang
Bagi sebagian pengguna, perubahan pada sistem baterai mungkin terlihat sederhana. Namun untuk perangkat handheld gaming, kemudahan mengganti baterai dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.
Seiring bertambahnya usia perangkat, kapasitas baterai biasanya mengalami penurunan. Dengan desain yang lebih mudah diperbaiki, pengguna tidak perlu mengganti konsol secara keseluruhan ketika performa baterai mulai menurun.
Pendekatan ini juga berpotensi memperpanjang masa pakai perangkat dan mengurangi biaya perawatan bagi pemilik konsol. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan produk elektronik, fitur tersebut menjadi nilai tambah yang semakin relevan.
Nintendo hingga kini belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun harga untuk varian baru tersebut. Perusahaan juga belum memastikan apakah model serupa akan tersedia di luar kawasan Eropa.
Harga Switch 2 Naik di Tengah Kenaikan Biaya Komponen Memori
Di sisi lain, Nintendo baru saja melakukan penyesuaian harga untuk Switch 2 di sejumlah pasar. Perusahaan menyebut kenaikan biaya komponen memori serta perubahan kondisi pasar global menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual perangkat.
Untuk pasar Amerika Serikat, harga Switch 2 kini mencapai sekitar US$500. Kenaikan tersebut dinilai lebih moderat dibandingkan penyesuaian harga yang dilakukan beberapa kompetitor di industri konsol game.
Meski demikian, sejumlah pengamat memperingatkan bahwa kenaikan harga berpotensi memengaruhi daya beli konsumen. Basis pengguna Nintendo yang banyak berasal dari kalangan keluarga dan pemain muda dinilai lebih sensitif terhadap perubahan harga dibandingkan segmen gamer premium.
Penjualan Konsol dan Game Nintendo Tetap Tumbuh Positif
Terlepas dari tantangan harga, performa bisnis Nintendo masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga kuartal pertama 2026, perusahaan tercatat telah mengirimkan sekitar 2,49 juta unit Switch 2 ke berbagai pasar dunia.
Secara kumulatif, penjualan konsol tersebut mendekati 20 juta unit hanya dalam tiga kuartal tahun fiskal terakhir. Capaian itu menempatkan Switch 2 sebagai salah satu produk paling sukses dalam sejarah peluncuran perangkat Nintendo.
Di sektor perangkat lunak, penjualan game juga mengalami peningkatan signifikan. Total distribusi game Nintendo menembus lebih dari 185 juta unit, naik dibandingkan periode sebelumnya. Beberapa judul utama seperti Mario Kart World, Pokemon Legends: Z-A, dan Donkey Kong Bananza menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan tersebut.
Kesuksesan Nintendo juga meluas ke industri hiburan. Adaptasi film terbaru dari waralaba gim populer perusahaan dilaporkan mencatat pendapatan ratusan juta dolar hanya dalam beberapa minggu setelah peluncuran.
Dengan kombinasi inovasi perangkat keras, kepatuhan terhadap regulasi baru, serta dukungan ekosistem game yang kuat, Nintendo berupaya menjaga momentum Switch 2 dalam beberapa tahun ke depan. Kehadiran varian dengan baterai yang dapat diganti menjadi sinyal bahwa masa depan konsol tidak hanya ditentukan oleh performa, tetapi juga oleh kemudahan perbaikan dan keberlanjutan penggunaan jangka panjang.
baca juga”Kelangkaan Chip Terbaru Intel Bikin Produsen Laptop Kelabakan“